Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2023

Tingkatan cara membaca AlQur'an

4 Tingkatan Membaca Al-Qur'an,  Kamu yang Mana?  Secara bahasa, Al-Qur'an adalah bentuk masdar dari qara'a (قرأ) yang berarti bacaan yang menjadi sumber hukum yang sifatnya abadi dan kekal. Al-Qur'an juga bermakna Al-Jam'u atau kumpulan karena terdiri dari sekumpulan surah dan ayat, memuat kisah-kisah, ilmu syariat dan penyempurna dari kitab sebelumnya.  Sebelum mendalami Al-Qur'an , umat Islam perlu mengetahui tingkatan dalam membaca Al-Qur'an .  Sebagaimana dijelaskan dalam hadis, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) pernah bersabda bahwa orang yang membaca Al-Qur'an akan mendapat ganjaran 1 huruf sama dengan 10 kebaikan.  Berikut 4 tingkatan membaca Al-Qur'an :  1. Tahqiq (التحقيق) Ini adalah tingkatan bagi pemula yang baru belajar ilmu tajwid. Cara membacanya seperti tartil, namun at-Tahqiq lebih lambat dan tenang. Bacaan at-Tahqiq seperti mazhab Qiraat Hamzah dan Qiraat Warsh yang bukan dari Tariq Asbahani. At-Tahqiq merupakan taha...

membaca Al-Fatihah dan taawudz sebelum membaca Al Qur'an

 membaca Al-Fatihah  Sebelum membaca Al-Quran membaca Surat Alfatihah alfatihah adalah kebaikan yang berpahala, karena dalam hadis Rosulullah menjelaskan manfaat membaca surat alfatihah   الفاتحة لما قرءت له sebelum membaca al-Qur'an disunnahkan  membaca Ta’awudz, agar saat membaca tidak diganggubsyaitan dengan keragu2an dan dilindungi membacanya , agar selalu dijaga kelancaran dan kebenaran makhroj dan tajwidnya, sebagaimana firman Allah Ta’ala: Allah SWT berfirman dalam surat an-Nahl sebagai berikut:  فَاِذَا قَرَأْتَ الْقُرْاٰنَ فَاسْتَعِذْ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطٰنِ الرَّجِيْمِ  "Maka apabila engkau (Muhammad) hendak membaca Al-Qur'an, mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk." ( QS An Nahl : 98). SEMOGA BERMANFAAT

Mad tamqin

  Mad tamqin Apabila huruf ya bertemu huruf ya mad 1. QS An Nisa Ayat 86 وَاِذَا حُيِّيْتُمْ Cara membaca: Ya' bertasydid dan berharakat kasrah bertemu dengan ya' sukun. Cara membacanya ialah khuyyiitum. 2. QS Al Baqarah Ayat 61 وَيَقْتُلُوْنَ النَّبِيّٖنَ بِغَيْرِ الْحَقِّ Cara membaca: Ya' bertasydid dan berharakat kasrah bertemu dengan ya' sukun, maka dibaca menjadi nabiyyiina. 3. QS Al Baqarah Ayat 177 وَالْكِتٰبِ وَالنَّبِيّٖنَ Cara membaca: Ya' bertasydid dan berharakat kasrah bertemu dengan ya' sukun dan dibaca wannabiyyiina.

Macam2 mad

 Mad tamkin adalah salah satu dari jenis mad dalam ilmu tajwid. Setiap muslim perlu mempelajari ilmu tajwid agar dapat membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar. Dijelaskan melalui buku Dasar-dasar Ilmu Tajwid tulisan Marzuki & Sun Choiril Ummah, mad artinya memanjangkan atau tambah. Secara istilah, definisi mad mengacu pada memanjangkan suara dengan suatu huruf di antara huruf-huruf mad atau layyin ketika bertemu dengan hamzah atau sukun atau karena adanya sebab. Hukum bacaan mad ini berfokus pada panjang pendeknya bacaan dalam Al-Qur'an. Karenanya, penting untuk mempelajari mad jika ingin membaca Al-Qur'an sesuai ketentuan. Hukum bacaan dalam ilmu tajwid cukup banyak dan mad menjadi salah satunya. Hukum mad dibagi lagi ke dalam dua jenis, yaitu mad thabi'i dan mad far'i. Salah satu cabang hukum mad far'i adalah mad tamkin. Apa Itu Mad Tamkin? Merujuk pada sumber yang sama, far'i artinya cabang. Jadi mad far'i diartikan sebagai semua bacaan mad kecual...

Lagu huruf muqata'ah

(Lihat kebunku)  Huruf  muqatha’ah ada 14  ا ح ر س ص ط ع ق ك ل م ن ه ي Cara bacanya sama nama dg hrufnya

Mad Lazim Mutsaqal Kilmi

 Pengertian Mad Lazmim Mutsaqal Kilmi adalah apabila huruf mad bertemu tasydid dalam satu kalimat. Secara bahasa mutsaqal artinya berat. Sedangkan Kilmi artinya kalimat. Contoh hukum bacaan mad lazim mutsaqal kilmi yakni: 1. Surat Al An'am ayat 143 dan 144 قُلْ ءٰۤالذَّكَرَيْنِ حَرَّمَ Dibaca: Qul Aaaaaadzakaroini harroma. Artinya: Katakanlah:"Apakah dua yang jantan yang diharamkan Allah 2. Surat Al fatihah ayat 7  وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ Dibaca: Waladh dhoooooolliiin. Artinya: dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. 3. Surat Al baqarah ayat 139 قُلْ اَتُحَاۤجُّوْنَنَا Dibaca: Qul Atuahaaaaaajjuunanaa. 4. Surat An Naaziat ayat 34 فَاِذَا جَاۤءَتِ الطَّاۤمَّةُ الْكُبْرٰىۖ Dibaca: Faidzaa jaaaaaati thoommatul kubrooo. Kebalikan dari Mad Lazim Mutsaqal Kilmi adalah Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi. Sama seperti mad lazim mutsaqal kilmi, mad lazim mukhaffaf juga dibaca panjang tiga alif atau enam harokat.

Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi

 Secara bahasa, Mukhaffaf berarti ringan. Sedangkan Kilmi adalah kalimat. Dalam Al Quran, hukum bacaan Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi hanya ada dua yang terdapat dalam Surat Yunus ayat 51. Pengertian Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi adalah apabila huruf mad bertemu sukun asli dalam satu kalimat. Secara bahasa, Mukhaffaf berarti ringan. Sedangkan Kilmi adalah kalimat. Dalam Al Quran, hukum bacaan Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi hanya ada dua yang terdapat dalam Surat Yunus ayat 51. Berikut contoh bacaan Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi: 1. Surat Yunus Ayat 51  اٰۤلْــئٰـنَ وَقَدْ كُنْتُمْ بِهٖ تَسْتَعْجِلُوْنَ Cara membacanya: Aaaaaalaana waa qad kuntumbihii tasta'jiluuna. Artinya: Apakah sekarang (baru kamu mempercayai), padahal sebelumnya kamu selalu meminta supaya disegerakan? 2. Surat Yusun ayat 91 اٰۤلْـئٰـنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنْتَ مِنَ الْمُفْسِدِيْنَ Cara membacanya: Aaaaaalaana wa qad 'ashoita qabla wa kunta minalmufsidiina.  Artinya: Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal s...

Huruf-huruf Muqatha’ah

 Huruf-huruf Muqatha’ah Huruf-huruf muqatha’ah ada 14, antara lain sebagai berikut. ا ح ر س ص ط ع ق ك ل م ن ه ي Huruf-huruf tersebut apabila berangkai akan menjadi kalimat: نَصَّ حَكِيْم قَاطِع لَهُ سِرٌّ Cara Membaca Bagaimana cara membaca huruf-huruf muqatha’ah? Cara membacanya yaitu dengan mengeja sesuai hurufnya tanpa harakat. Apabila huruf-huruf di bawah ini yaitu: ا ح ر س ص ط ع ق ك ل م ن ه ي digunakan sebagai huruf muqatha’ah, maka cara membacanya adalah alif, ha, ro, sin, shad, tha, ‘ain, qaf, kaf, lam, mim, nun, ha, ya. Adapun pembagian huruf muqatha’ah yaitu berdasarkan panjang bacaannya dan berdasarkan jumlah huruf. Penjelasan lebih lanjut ada di bawah ini, yuk perhatikan. Pembagian Huruf Muqatha’ah Berdasarkan Panjang Bacaannya Berdasarkan dari segi panjang bacaannya (mad), huruf-huruf muqatha’ah terbagi menjadi 4 macam: tidak panjang, panjang 2 harakat, panjang 4 atau 6 harakat, dan panjang 6 harakat. Rinciannya adalah sebagai berikut. Tidak panjang Huruf muqatha’ah yan...

Nurullah

 Cahaya yg dimaksud Sesuai firman Allah Ta’ala: يَوْمَ تَرَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ يَسْعَى نُورُهُمْ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ “Pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka.” (Qs. Al-Hadid: 12) Maksudnya Cahaya itu adalah perunjuk jalan menuju kebaikan2, dg cahaya akan dilindungi dari jalan yg tersesat, jika akan melakukan hal salah akan a

Sholawat Bahriyah kubro

 اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيّدِنَامحُمَّدٍصَلَاةً تَطْمَئِنُّ بِهَاقَلْبِى وَتَنْفَعُ بِهَاعُلُومِى وَتَقْضِى بِهَا حَوَائِجِى وَتَرْفَعُ بِهَا دَرَجَتِى وَتَهْدِى بِهَا قَوْمِى وَتُخْلِصُ بِهَا قَلْبِى وَتُلْهِمُنِى بِهَا عُلُومَ اللّدُنِّى وَتُكْرِمُنِى بِهَا بِالسَّعَادَةِ وَالْكَرَامَةِ مَعَ ذُرِّيَّتِى وَتُكْثِرُبِهَا اَمْوَالِى وَاَصْحَابِى وَتَلاَمِيْذِى وَأتْبَاعِى وَأضْيَافِى وَتَرْزُقْنِى اَللَّهُمَّ تَمَامَ نِعْمَتِكَ وَتَمَامَ رَحْمَتِكَ وَتَمَامَ رِضْوَانِكَ وَصَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ عَدَدَمَاخَلَقْتَ وَرَزَقْتَ وَأَمَتَّ وَأَحْيَيْتَ اِلَى يَوْمِ تُحْشَرُفِيْهِ الْخَلَائِقُ أَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ اْلعاَلَمِيْنَ

Doa pulang umroh

 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَا لَمِيْنَ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلىٰ سَـيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُبَلِّغُنَا بِهَا حَجَّ بَيْتِكَ الْحَرَامِ وَزِيَارَةِ قَبْرِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ ص .م  اللهم اجعل عمرتنا عمرتا مبرورا وسعيا مشكورا وذنبا مغفورا وعملاً صالحا مقبولاً وتجارة لن تبور. انك على كل شيء قدير. ربنا اتنافى الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار. والحمد لله رب العلمين.  رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ